Bayi di usia 9-12 bulan bisa saja masih menyusui, tetapi sudah harus dikenalkan makanan padat. Meski demikian, mereka belum bisa mengonsumsi sembarang asupan. Berikut rekomendasi asupan yang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi, dari situs layanan kesehatan nasional Inggris, National Health Service (NHS).
- Garam. Kandungan garam atau kaldu bubuk dapat merusak ginjal bayi.
- Gula. Bayi tidak membutuhkan gula yang bisa merusak gigi. Bila perlu membuat makanan bayi manis, gunakan pisang atau ASI.
- Madu. Kadangkala madu mengandung bakteri yang bisa berimpilkasi negatif pada usus bayi. Madu sebaiknya diberikan kepada anak berusia di atas satu tahun.
- Kacang-kacangan. Bayi berusia di bawah 5 tahun sangat tidak disarankan diberi kacang-kacangan, karena bisa membuat mereka tersedak. Bila keluarga tidak memiliki sejarah alergi, bayi berusia di atas satu tahun bisa saja diberi kacang, tetapi yang sudah dihaluskan.
- Telur. Telur yang mentah atau setengah matang tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di atas 6 bulan, kecuali sudah dimasak hingga benar-benar matang (lihat: Waktu tepat mengenalkan telur pada bayi).
- Makanan rendah lemak. Bayi membutuhkan lemak untuk pertumbuhan mereka. Lebih baik bayi berusia di bawah 2 tahun mengonsumsi susu berlemak, keju, atau yoghurt. Tetapi jangan pula memberi balita makanan dengan kandungan lemak yang buruk atau berlebihan, seperti pada keripik, burger, atau kue.
- Ikan jenis tertentu. Ikan hiu, swordfish atau marlin mengandung merkuri yang berbahaya bagi balita.
Update: Makanan Pendamping (MP) ASI hanya diberikan pada bayi berusia di atas 6 bulan. Bayi berusia di bawah 6 bulan, seharusnya hanya diberikan Air Susu Ibu saja (ASI eksklusif).
Sumber: http://beritagar.com/

0 komentar
Tambahkan Komentar Anda